BPODT Ikuti Simulasi Health, Safety, and Security Protocol Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo

Simulasi Health, Safety, and Security Protocol Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo dilaksanakan di Hotel Inaya Labuan Bajo, pada hari Kamis, 12 November 2020 pukul 09.30-10.00.
Kegiatan simulasi ini melibatkan sebanyak 23 K/L yang bersinergi untuk menjamin kesehatan, keselamatan dan keamanan.
Simulasi bencana gempa bumi berpotensi tsunami di Pantai Pede, serangan jantung turis di Pulau Komodo, serta kecelakaan kapal pesiar terbakar dan tenggelam di Perairan Labajo.
Simulasi yang berlangsung selama 45 menit tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual.
Sementara para menteri yang hadir, menyaksikan langsung dari lantai 7 Hotel Inaya Bay Komodo Labuan Bajo. Mereka, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wishnutama Kusubandio, Menteri Komunikasi dan informatika Johnny G. Plate, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, perwakilan dari BPPT, Pengelola Taman Nasional Komodo, Direktur Utama BPODT.
Hadir pula, jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo Tourism Authority, BPBD, PMI, dan stakeholder lainnya.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan optimismenya terkait perkembangan pariwisata ke depan setelah ada tim terpadu yang terlibat dalam simulasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wisnutama mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun Protokol Kesehatan, Keamanan, dan Keselamatan destinasi pariwisata, terutama untuk 5 tujuan super prioritas yaitu, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Mandalika.
Protokol Keamanan dan Keselamatan tersebut bertujuan untuk mempertahankan keberlangsungan industri pariwisata di 5 destinasi super prioritas tersebut.
Protokol tersebut disusun sebagai SOP (Standard Operating Procedure) yang komprehensif, berisi tentang langkah pencegahan, mitigasi dan tanggap darurat pada potensi dan kejadian yang mengancam kesehatan, keamanan, dan keselamatan wisatawan.
Protokol tersebut dibuat dengan melibatkan pemerintah daerah setempat dan masyarakat lokal untuk bersama-sama meningkatkan daya juang dalam mempertahankan industri pariwisata di destinasi pariwisata masing-masing daerah.
Kemenkominfo mendukung penuh kegiatan tersebut. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk infrastuktur jaringan telekomunikasi juga penyebaran informasi yang benar dan akurat tentang protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan agar diketahui secara luas baik nasional maupun dunia internasional.
Pada simulasi tersebut, Basarnas mengerahkan 104 personil dari Kantor Pusat, Kantor SAR Maumere, dan Kantor SAR Kupang.
Selain mengerahkan alat utama darat, Basarnas juga mengerahkan KN Purworejo dan dua Helikopter Rescue (HR)-3603 dan HR-3606.
Simulasi serupa akan dilakukan dan disesuaikan dengan lokasi lainnya seperti di Borobudur, Mandalika dan Danau Toba.

Tinggalkan Balasan