Diskusi Mengenai Pengolahan Sampah Plastik di Pulau Sibandang di kantor BPODT

(20 Jan 2020) Ruang Rapat BPODT


Hadir:

Direktur Kopernik Bali, Kadiv Atraksi dan Amenitas DDP, dan staf DDP BPODT.


Ringkasan dan tindak lanjut:

    1. Ibu Nonie Kaban selaku Direktur Kopernik menyampaikan program Pengolahan Sampah Plastik di Bali yang cukup berhasil. Program tersebut nantinya akan dilakukan juga di Danau Toba menggunakan pendekatan budaya dan psikologi. Proposal program sudah disampaikan sebelumnya ke pihak BOPDT.
    2. Lokasi yang akan menjadi target untuk kegiatan ini akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Pulau Sibandang dan Siosar. Namun bisa juga dilakukan di lokasi lain di kawasan Danau Toba, misalnya desa sekitar lahan otorita.
    3. Saat ini wisatawan sudah banyak yang peduli dengan destinasi wisata yang memperhatikan lingkungan. Sehingga diharapkan dengan adanya program ini, Pulau Sibandang dapat menjadi destinasi wisata hijau yang peduli dengan lingkungan.
    4. Kegiatan pengolahan sampah plastik ini nantinya akan menggunakan 4 pendekatan, seperti:
      • Budaya : Mengadopsi sistem adat yang ada di tanah Batak yaitu Poda Na Lima.
      • Edukasi Lingkungan : Dengan melibatkan pelajar untuk sadar lingkungan.
      • Pertanian : Dapat digunakan sebagai pupuk organik dan non-organik.
      • Incentive : Masyarakat yang dapat mengumpulkan sampah-sampah plastik akan mendapatkan reward. Seperti program yang ada di Surabaya.
    5. Dalam program, rencananya akan ada sign up, pemutaran film dan juga pencanangan daerah bebas sampah.
    6. Nantinya program ini juga bertujuan untuk pembuatan souvenir yang salah satu bahannya berasal dari sampah plastik.
    7. Program juga bertujuan mengurangi penggunaan sedotan plastik Sehingga sedotan plastik diganti dengan menggunakan bahan bambu.
    8. Program pengolahan sampah dapat menggandeng bbrp pihak, seperti CSR sektor swasta/BUMN, organisasi lingkungan dan budaya.