Forum Group Discussion Dalam Rangka Pembuatan Brand Identity Official

20210924 Brand Identity BPODT

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) laksanakan pembuatan Brand Identity Official melalui Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan secara Hybrid atau secara Offline dan Zoom/Online meeting dengan beberapa stakeholder bertempat di TIC Kaldera Nomadic Escape, Desa Pardamean Sibisa, Kabupaten Toba, Sumut, Kamis (24/9/2021).

FGD tersebut berjalan dengan cukup alot yang diikuti oleh dari beberapa instansi ataupun lembaga melalui Zoom meeting online, seperti dari Direktur Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Medan, Dr. Binur Pretty Napitupulu, Ketua Masyarakat Sadar Wisata, JR. Marthin Siagian, Pemred media Gajah Toba News.com, Yustin M Sianipar, Kasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut, Debbie Panjaitan, Nelson Lumban Toruan, para direksi BPODT dan Kepala Devisi BPODT.
Sedangkan dari peserta FGD secara offline juga diikuti oleh para kepala desa Pardamean Sibisa, Sigapiton, Motung, ataupun yang mewakili, Tokoh masyarakat Pardamean Sibisa, Pontas Sirait, Jurnalis Olo Sirait, Direktur Gagas Mandiri, Septian Prasetyo, Plt Kepala Devisi Umum dan Pemasaran Nusantara BPODT, Siswanto Sinambela.
Direktur Utama (Dirut) BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan pada kesempatan tersebut mengatakan dalam FGD pembuatan Brand Identity (identitas merek) BPODT tersebut adalah untuk mempresentasikan atau mengemukakan  apa saja masukan, pendapat dan usul dari beberapa instansi dan juga tokoh.
“Brand Identity adalah suatu elemen-elemen yang diciptakan suatu lembaga agar bisa terlihat beda dari kompetitor sehingga dapat menimbulkan persepsi khusus bagi penggunanya. Elemen-elemen yang ada di Brand Identity tersebut misalnya logo, warna, desain dan lainnya,” terang Jimmy.
Menimpali perkataan Dirut BPODT tersebut, Kadiv Komunikasi Publik BPODT, Mosanda Tampubolon menyebutkan bahwa FGD telah dilakukan untuk yang kedua kalinya. FGD yang pertama adalah internal BPODT yang diikuti oleh Dirut, para direksi dan para Kadiv, untuk diminta bagaimana tanggapannya, masukannya.
“Apa misi dan visinya, apa yang dibuat untuk mempresentasikan Brand Identity daripada BPODT itu sendiri,” tukas Mosanda.
Lebih lanjut, Mosanda menyebutkan, untuk FGD yang kedua ini dilaksanakan, untuk meminta masukan, pendapat dan usul daripada masyarakat.
“Ini sudah lengkap, kita sudah meminta persepsi dari berbagai tokoh, ada dari instansi pemerintah, Tokoh masyarakat, Pers, pelaku budaya, Masata, dan juga dari stakeholder lainnya. Jadi, pada bulan Oktober ini, Brand Identity kita sudah rilis,” ucap Mosanda.
Tokoh masyarakat Desa Pardamean Sibisa, Pontas Sirait, salah satu peserta FGD tersebut memberikan ide masukan/usul terhadap pembuatan Brand Identity untuk dapat dikenal khalayak banyak adalah simbol cicak/cecak merupakan hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon dan juga merupakan simbol hidup.
“Bagi orang Batak, cecak adalah salah satu simbol hidup. Yang biasa dibuat simbol berupa ukiran ataupun Gorga di Rumah adat Batak, menandakan kita dapat hidup dimana pun tinggal,” kata Pontas.

Tinggalkan Balasan