Geopark Kaldera Toba, Istimewa Dengan 16 Warisan Dunia

Kementerian Pariwisata menetapkan Geopark Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. Kini Geopark Kaldera Danau Toba diusulkan masuk ke dalam UNESCO Global Geopark (UGG). “Mengapa harus mendapatkan stempel UGG? Dalam framework, pengembangan destinasi itu selalu menggunakan konsep 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Jika ingin menjadi global player, maka harus menggunakan global standart,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, seperti dikutip Kompas.com (9/3/2019).
Kawasan Kaldera Toba memiliki panorama alam dan budaya yang indah. Kaldera Toba terbentuk dari letusan dahsyat gunung api Toba, sekitar 74.000 tahun silam. Letusan Gunung Api Toba Purba tersebut menyisakan lekukan dalam di dasar kaldera yang kemudian terisi air, dan kini kita kenal sebagai Danau Toba. Kedalamannya mencapai sekitar 550 meter dan luasnya 1.130 kilometer persegi.
Pasca letusan dan terbentuknya kaldera atau danau, peristiwa geologi tersebut juga menciptakan bentukan lain, yakni Pulau Samosir. Ini terjadi akibat pengangkatan sebagian besar danau ke permukaan. Karena sejarah dan karakter geologisnya yang istimewa ini, pada Januari 2018, kawasan Danau Toba diresmikan sebagai Geopark Nasional Kaldera Toba.
Bermula Dari Pusuk Buhit
Definisi Geopark menurut Dokumen 38 C, General Conference Paris 2015 adalah wilayah geografis, tunggal dan terpadu yang memiliki situs dan lanskap geologi yang memiliki nilai penting bagi dunia. Kawasan ini dikelola dengan konsep menyeluruh, meliputi perlindungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.
Untuk memahami Geopark Kaldera Toba kita mesti memulai perjalanan dari Pusuk Buhit di Pulau Samosir. Kita mesti menyeberangi Danau Toba dari Parapat dengan kapal ferry, mendarat di kawasan Tomok, Samosir. Pusuk Buhit bisa dicapai dari Tomok dengan mobil dlama waktu sekitar 3 jam. Di sinilah berdiri bangunan megah, Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba.
Geopark Kaldera Toba terpusat di kawasan puncak, perkampungan si Raja Batak, di lereng gunung Pusuk Buhit. Dari kawasan inilah dipercaya sebagai asal mula orang Batak. Dari sini, orang Batak pergi ke penjuru Indonesia dan dunia. Dari tempat bermukim dan berkembangnya Raja Batak beserta keturunannya, beserta peninggalan sejarah adat dan budaya terhampar Geosite Pusuk Buhit di Geopark Kaldera Toba.
Ada banyak peninggalan sejarah di Pusuk Buhit ini. Ada situs, batu sawah, Batu Hobon yang berumur ratusan tahun, tungku, dan lereng bukit perkampungan Raja Batak. Budayanya juga kaya dengan kesenian, tarian tor-tor, dan nyanyian dengan pantun penuh makna.
Geopark Kaldera Toba melestarikan tiga keragaman, yaitu geodiversity atau keanekaragaman batu-batuan dan hayati. Lalu culture diversity atau keragaman budaya, seperti yang dikembangkan di perkampungan si Raja Batak. Serta biodiversity atau keragaman hayati etno botani Batak, dilakukan di pusat pelestarian tanaman khas Batak yang mulai sulit ditemukan. Seperti sampinur tali, hariara, dingol, aurekce, andaliman dan jabi-jabi.
Selain Pusuk Buhit, Geopark Kaldera Toba juga memiliki 15 warisan budaya, geologi, dan biologi lainnya, yang kini menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan danau terbesar di Asia Tenggara ini. Apa saja? Sipiso Piso – Tongging, Silalahi Sabungan, Haranggaol, Sibaganding Parapat, Taman Eden, Balige – Liang Sipege – Meat, Situmurun – Blok Uluan, Huta ginjang, Muara – Sibandang, Sipinsur – Baktiraja, Bakkara – Tipang, Tele – Pangururan, Hutatinggi – Sidihoni, Simanindo – Batu Hoda dan Ambarita – Tuk Tuk – Tomok.