Mauli Bulung Bawa Kisah Tradisi Kematian Batak

Film terbaru berjudul Mauli Bulung tengah bersiap untuk digarap. Film garapan rumah produksi Temata ini membawa kisah yang mengambil dari tradisi dan budaya Batak, Sumatera Utara.Film ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) lewat pemilihan naskah terbaik keluaran “SCENE 2020″, program masterclass pengembangan skenario Film dan TV yang digelar Kemenparekraf pada Oktober 2020.”Awalnya, Kemenparekraf mencari rumah produksi yang cocok untuk menggarap naskah penulis daerah. Setelah proses diskusi dan penilaian oleh Kemenparekraf, akhirnya kami bisa memilih salah satu naskah terbaik hasil dari workshop. Kami sendiri juga punya inisiatif serupa dengan Kemenparekraf, namanya Temata Locals, yaitu kegiatan edukasi dan produksi film yang melibatkan filmmaker daerah atau filmmaker yang mengangkat tema Indonesia,” jelas Rahabi Mandra Direktur Produksi Film dan Serial Temata Studios dalam pernyataan yang diterima detikcom.Film Mauli Bulung bercerita tentang sosok laki-laki muda bernama Kevin yang baru saja ditinggalkan nenek tercintanya meninggal. Yang menarik, kepergian ini dianggap menjadi kematian paling diidam-idamkan dalam tradisi Batak, disebut dengan saur matua mauli bulung, yaitu saat sosok tertua di keluarga meninggal duluan dari anak dan cucunya yang sudah menikah.Menurut tradisi Batak, kematian ini tidak boleh ditangisi, melainkan harus dirayakan dengan keluarga besar. Di balik peristiwa inilah, akan terungkap beragam konflik antara Kevin dan keluarganya saat melepaskan kepergian nenek tercinta. Skenario ini ditulis oleh penulis asal Medan, Dr. Immanuel Gintings.

Tinggalkan Balasan