Menyesapi Panorama Alam Bukit Holbung

Foto : Panorama Danau Toba dari Bukit Holbung. (Parada Al Muqtadir)

Penulis & Fotografer Parada Al Muqtadir

Lekukan bukit hijau, udara segar yang berpadu dengan bentangan panorama danau nan menawan, menjadikan surgaloka satu ini salah satu pilihan terbaik di Pulau Samosir. Bukit Holbung memiliki pemandangan yang bukan alang kepalang cantik dengan perbukitan hijau nan subur. Karena kecantikannya pula, kini destinasi alam ini jadi buruan para millenial traveler. Bisa dijamin, destinasi Bukit Holbung akan membuat feed instagram kita semakin cantik.

Pada 2016 tempat ini mulai ramai diperbincangkan di dunia maya, melalui seorang pemuda yang sedang menggembalakan ternaknya. Ia sempat mengabadikan beberapa momen keindahan dari Bukit Holbung, lalu mempostingnya di akun sosial media. Tak ayal, foto itu pun ramai diposting berulang. Seraya memberikan ajakan terhadap audiensnya untuk melancong bersama ke sana. Alhasil, saban akhir pekan, bukit yang kerap kali disebut“bukit teletubbies” ini, selalu ramai dikunjungi baik oleh pelancong ingin berkemah atau pun bagi mereka yang hanya ingin sekedar melihat keindahannya.

Ketika hari libur nasional, seperti libur panjang hari raya atau pun tahun baru, lokasi ini tak ubahnya sebuah perkampungan baru yang disesaki dengan ribuan manusia. Menurut pengakuan pengelola setempat, pada hari libur panjang tertentu, parkiran kendaraan bermotor bahkan dapat memanjang hingga puluhan kilometer. Bisa jadi, selain desa wisata Tomok, Bukit Holbung adalah salah satu destinasi primadona dari Kabupaten Samosir.

Foto : Wisatawan menikmati keindahan alam Bukit Holbung. (Parada Al Muqtadir)

Untuk mencapai Bukit Holbung, ada dua pilihan jalur yang dapat ditempuh oleh para wisatawan.Pertama, dari Medan Anda bisa melewatijalan menuju Berastagi, lalu Kabanjahe dan Tele. Jarak dari Tele menuju ke Bukit Holbung akan memakan waktu satu jam saja.Terdapat beberapa lokasi jalan yang belum diaspal, sehingga bagi pengguna kendaraan roda dua harus lebih berhati-hati terlebih di saat hujan, karena kondisi jalan yang licin.

.yakni dengan melewati Kota Tebingtinggi, menuju Siantar, dilanjutkan dengan menyeberangi Danau Toba menggunakan kapal Ihan Batak dari Pelabuhan Tiga Ras menuju Pelabuhan Simanindo. Bagi mereka yang tidak ingin berlama- lama di jalan darat, alternatif penyeberangan ini dapat menjadi tempat istirahat sejenak sembari menikmati keindahan panorama Danau Toba lebih dekatdi atas kapal. Oh..iya, ada baiknya sebelum sampai ke pelabuhan, pastikan dahulu jadwal keberangkatan kapal, karena minimal Anda harus mengantri satu jam lebih awal dari jam keberangkatan kapal.

Meski perjalananya terkesan melelahkan, Anda tidak perlu khawatir. Sebab perjalanan Anda akan ditemani oleh sekelebat rimbunnya pepohohan hijau serta angin semilir yang menyegarkan. Sesampainya di Bukit Holbung, niscaya pemandangan bukit ini akan menghempaskan segala penat dibadan.

Di Bukit Holbung ada tiga titik puncak yang menjadi idaman. Puncak ketiga biasanya diperuntukanbagi para wisatawan yang tak ingin mendaki, untuk itudalam perjalanan mencapai puncaknya para pelancong akan menemukan fasilitas yang lebih mamadai. Bukit Kedua adalah yang paling ramai dijejaki. Letaknya yang diapit bukit pertama dan ketiga membuat lokasi ini cukup aman untuk mendirikan tenda, karena angin yang tidak terlalu kencang. Dan terakhir adalah puncakbukit pertama, bukit yang paling tinggi. Bagi yang mereka yang ingin melihat matahari terbit, tempat ini menjadi lokasi terbaik. Dari titik ini juga anda bisa melihat keindahan Danau Toba secara luas.

Tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik, Bukit Holbung juga menarik wisatawan asing mulai dari Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Vietnam, Filipina dan negara lainnya yang kerap datang, karena penasaran dengan keindahannya. Dengan tawaran pemandangan dan pengalaman luar biasa, rasanya wajar saja bila Bukit Holbung selalu didatangi turis.

Para pencinta alam menjadikan lokasi ini untuk tempat berkemah. Mengingat selama ini hanya ada Sibayak dan bukit Gajah Bobok-nya, Bukit Holbung (yang juga telah menyediakan jasa penyewaan tenda), dapat menjadi salah satu pilihan. Selain itu pihak pengelola juga banyak menjual makanan berat mau pun ringan di sana, siapa sangka Anda bisa makan mieaceh di Bukit Holbung.

Mengenai biaya, retribusi yang perlu dikeluarkan oleh wisatawan hanya dipatok Rp 5.000 per orang, untuk parkirsepeda motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000. Apabila anda ingin mendirikan tenda maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000 saja per orang. Bagi pelancong yang beragama Islam, tak perlu khawatir bila ingin melaksanakan ibadah, karena di kaki Bukit Holbung telah dibangun mushola.

 

***

Air Terjun Efrata

Foto: Air Terjun Efrata menjadi surga tersembunyi di kawasan Bukit Holbung. (Parada Al Muqtadir)

Seusai berkemah, disaat badan dipenuhi peluh dan tercium aroma lelah yang tidak menyegarkan, maka hal pertama yang dipikirkan adalah mandi. Ini juga merupakan salah satu keistimewaan Bukit Holbung. Jika mau, anda dapat mandi langsung di Danau Toba, atau dengan aliran air terjun Efrata yang segar nan dingin.

Air Terjun Efrata hanya berjarak 6 Km dari Bukit Holbung atau sekitar 15 menit perjalanan kaki, berada tepat di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian. Air Terjun Sampuran Efrata ini merupakan permata tersembunyi di balik perbukitan yang membentang di sekitar Danau Toba.

Air terjun ini dikelilingi oleh rimbun pepohonan yang berada dalam kawasan hutan. Sehingga apabila berada di sekitar objek wisata ini, anda akan mendengar juga pekikan beberapa satwa seperti burung serta beberapa jenis serangga yang terbang dan hinggap di pepohonan.

Air terjun Efrata ini terlihat cukup tinggi, kira kira setinggi 26 meter. Tebing-tebing tersebut memiliki kontur yang bertingkat-tingkat dan di dominasi oleh bebatuan cadas berwarna hitam. Berendam sembari menikmati air terjun adalah mandat wajib yang harus dilakukan, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan.

Begitu menakjubkan memang keindahan alam di Sumatera Utara, tak pernah habis akan destinasi baru untuk disambangi. Sekarang tinggal bagaimana kita untuk mengelola seraya menikmati surga kecil yang dititipkan Tuhan. Siapa saja yang melihatnya, akan takjub. Jadi lestarikanlan alam ini agar pesona di Sumut bisa dinikmati sampai anak cucu.

Tinggalkan Balasan