Sigapiton Bersiap Menjadi Desa Wisata

Warga Desa Sigapiton terus bergiat melakukan pembenahan menyambut ditetapkannya desa mereka sebagai desa wisata. Selain mempersiapkan infrastruktur jalan menuju desa, warga desa juga aktif berlatih tari-tarian tradisional sebagai atraksi budaya yang nanti ditampilkan ke wisatawan.

“Kami sudah sangat menantikan desa ini menjadi desa wisata. Dorongan dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Pemkab Toba sudah banyak untuk desa kami ini. Maka kami tentu harus bersiap,” kata Hasian Simaremare, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kepada wartawan, Senin (31/8).

Hasian Simaremare yang juga merupakan budayawan desa Sigapiton melihat banyak hal yang bisa menarik wisatawan berkunjung ke Sigapiton. Desa yang terletak tepat dibawah perbukitan The Kaldera, sebuah amenitas dari Toba Caldera Resort (TCR) yang dikembangkan oleh BPODT. Desa Sigapiton juga dinilai sangat menarik karena berada di tepi Danau Toba dengan pemandangan eksotis.

“Jadi kami sangat menunggu segera dijadikannya Sigapiton sebagai desa wisata. BPODT jangan lagi diganggu dengan persoalan tanah adat atau hal lain, karena kami sangat menginginkan pembangunan wisata di daerah ini terwujud,” kata Hasian lagi.

Sementara itu Selma Br Gultom, salah seorang ibu rumah tangga yang aktif ikut pelatihan tari tradisional yang dibuat oleh BPODT, menyerukan agar semua pihak membantu terwujudnya kawasan pariwisata di Sigapiton.

“Kami selama ini yang merasakan manfaat dari BPODT. Kami diajari menari, disiapkan gurunya, kami ingin diundang dan tampil mempersembahkan budaya kami,” katanya dengan bersemangat. (REL)

Pimpinan sanggar Dolok sipiak yang dipimpin oleh Corry Paroma Pandjaitan saling bersinergi dengan sanggar Dalihan Natolu Sigapiton, pelatihan ini adalah salah satu upaya pelestarian Budaya. Karena Kebudayaan adalah bagian dari peradaban Batak.

Tor” itu bukan hanya tarian. Itu adalah Doa. Doa supaya tempat ini menjadi lebih baik bagi generasi berikutnya.
Ada beberapa dasar Tor” yang diajarkan sebagai berikut :

1. Pelatihan budaya atau Tor” Batak di mulai dengan pelatihan Tor” (mula-mula) dimana tarian ini adalah untuk memohon kepada sang pencipta agar acara yang dijalankan pada saat itu sukses dan lancar.

2. Godang alu-alu Tu debata atau tarian pemberitahuan kepada yang maha kuasa supaya dalam acara adat diberi kesehatan, damai dan kesuksesan kedepan.

3. Gondang somba (tarian menyembah) disebut dengan tor-tor somba yaitu tarian dengan cara menyembah kepada yang maha kuasa atau dalam adat batak Tor” kepada tamu kehormatan dalam bahasa Batak dikatakan Hula-hula) dalam tarian ini tim penari harus menundukkan kepala dan melihat kebawah.

Tinggalkan Balasan